This deviant's full pageview
graph is unavailable.
Member
kuejahe
Female/Indonesia
Last Visit: 13 weeks ago
Putri
Art Zone
Personal Zone
Misc. Zone
This is the place where you can personalize your profile!
But, how?
By moving, adding and personalizing widgets.
You can drag and drop to rearrange.
You can edit widgets to customize them.
The bottom has widgets you can add!
Some widgets you can only access when you get a premium membership.
Some widgets have options that are only available when you get a premium membership.
We've split the page into zones!
Certain widgets can only be added to certain zones.
"Why," you ask? Because we want profile pages to have freedom of customization, but also to have some consistency. This way, when anyone visits a deviant, they know they can always find the art in the top left, and personal info in the top right.
Don't forget, restraints can bring out the creativity in you!
Now go forth and astound us all with your devious profiles!
Saya harus menunggu 24 tahun untuk bisa merasakan tahun baru. Tahun ini saya mendapat anugerah itu.
Dari dulu saya mengira tidak akan pernah merayakan tahun baru. Bagi saya, perayaan itu artinya memaklumkan, merasakan, meresapi, menikmati. Bagi saya, perayaan identik dengan pesta. Baik dengan beraneka kembang api, di langit atau sekedar di dalam hati. Kalau dulu ada tiupan terompet dan topi kerucut. Sekarang kumpulan teman atau orang-orang terdekat. Tapi tidak juga ada itu semua.
Ayah saya berulang tahun tepat di perayaan tahun baru. 31 Desember. Jadi kami harus berkumpul. Begitu pun tahun kemarin. Dengan tambahan patah hati dan berbagai ucapan pamit untuk lompatan keyakinan serta perubahan rencana hidup. Meninggalkan semua yang dikenal dan kenyaman hidup. Betapa emosional tahun baru ini. Dan saya putuskan untuk tinggal di rumah.
Melewati pukul 00.00 saya mendengar sesuatu dari kamar. Masih suara kembang api yang meledak-ledak, menjerit-jerit tak keruan sejak lima belas menit sebelumnya. Awalnya saya diam saja dan mulai terbiasa. Tapi di bawah suara pintu terbuka dan saya segera tahu itu adik saya yang tergopoh-gopoh keluar. Langkahnya sangat bersemangat. Sampai di luar. Saya tidak dengan suaranya sama sekali. Kembali jeritan dan dentuman kembang api extravaganza itu.
Jadi saya turun dan langsung menyusulnya. Benar saja. dia terdiam di sana memandangi langit. Tak berapa lama Ayah dan Ibu saya -yg semula dikira sudah tidur-ikut bergabung. Adik saya langsung melompati pagar rumah dan berdiri di jalan. melihat ke angkasa. Saya juga pikir, apa salahnya? Lalu kami membuka pintu gerbang dan saya berdiri di sebelah adik saya dengan menengadah.
Puluhan kembang api melesat di udara, di kejauhan. Di dekat apartemen dan pertokoan di kejauhan. Indah sekali. Saya tersenyum. Ibu bergabung. Beliau juga tersenyum pada angkasa.
Dari dekat ada kembang api yang melesat. di ujung jalan, seorang tetangga, orang asing dengan putranya, menyulut sebatang. Orang-orang menjauh. Dalam hitungan detik lalu terbang melesat memecah gelap. Kami menengadah, lalu saling melihat. Kami menghampiri dan bersalaman.
'Selamat tahun baru!' 'Happy new year!'
sedikit obrolan. lalu kembali menengadah. tersenyum.